dua-kadal-tuatara-selandia-baru

Reptil di Selandia Baru ­ – Selandia Baru atau yang dikenal dengan New Zealand ini. Terkenal sebagai negara kepulauan dengan luas 268.021 km² dan terletak di barat daya Samudera Pasifik. Negara Selandia Baru ini adalah bekas dari koloni Inggris yang memang terkenal akan panorama alamnya. Sehingga dapat dikatakan sangat indah dan mampu memanjakan mata setiap orang yang berkunjung ke negara ini. Bahkan panorama yang disajikan ini mampu membuat anda seperti bermimpi untuk menjelajahi surga di sebelah timur ini.  Hal pertama yang menarik dan bisa anda jumpai di Selandia Baru adalah rumah bagi banyak domba. Negara yang berpenghuni sekitar 4,4 juta penduduk ini memiliki jumlah domba sebanyak 26,71 juta menurut pantauan statista tahun 2019.

Sehingga dapat disimpulkan jika untuk per satu penduduk Selandia Baru ini memiliki 6 ekor kambing.  Fakta yang kedua yang bisa anda jumpai di negara Selandia Baru ini. Terdapat titik untuk melihat matahari terbit pertama kali setiap hari. Hal ini dikarenakan East Cape ini merupakan titik paling timur Selandia Baru. Dapat digunakan sebagai tempat menyambut matahari menyingsing di pagi hari untuk pertama kali. Akomodasi yang nyaman, berkemah, berselancar dan menyelam dapat anda temukan di east cape ini. Begitu juga anda bisa menemukan jenis reptil di Selandia Baru yang unik.

Inilah Jenis – Jenis Reptil Di Selandia Baru Yang Khas Yang Perlu Anda Tahu

Jika anda memilih berwisata di Selandia Baru atau New Zealand. Maka jangan lewatkan bertemu dengan berbagai jenis hewan asli dan reptil di Selandia Baru yang di lindungi di sana. Dengan ragam topografi dan iklim yang khas yang ada di New Zealand ini. Sehingga mampu memunculkan habitat sempurna bagi banyak spesies unik yang ada di sana. Apalagi perlu anda tahu jika negara ini memang terkenal sebagai negara yang mengedepankan kesejahteraan hewan asli yang ada. Hal ini pun juga berlaku pada jenis reptil di Selandia Baru yang dapat anda temukan di sana.  Karena jika didasarkan pada data dari organisasi perlindungan hewan dunia.

Dimana negara Selandia Baru ini telah memimpin dalam hal kesejahteraan hewan. Bahkan negara ini telah mendapatkan nilai A secara keseluruhan. Guna untuk melestarikan lingkungan demi generasi mendatang.  Hal ini pun termasuk dalam upaya melindungi hewan reptil di Selandia Baru dari kepunahan. Sehingga diluncurkanlah Tiaki Promise atau Janji Tiaki adalah sebuah komitmen untuk melindungi flora dan fauna. Selain itu serta habitat asli mereka.  Nah, bagi traveler yang memang berencana liburan di Selandia Baru. Memang ada beberapa hewan asli maupun reptil di Selandia Baru yang dilindungi dan harus ditemui.

Dulu, Selandia Baru atau New Zealand ini merupakan tanah bagi hewan mamalia. Akan tetapi kini, wilayah tersebut juga telah di huni oleh spesies burung atau hewan lain termasuk reptil di Selandia Baru. Beberapa diantaranya telah dikategorikan sebagai makhluk unik dan menarik diantaranya:

1. Tuatara

kadal-tuatara-reptil-selandia-baru

Jenis reptil di Selandia Baru yang pertama ini adalah tuatara kuno. Ini merupakan jenis reptil peninggalan unik zaman dahulu. Salah satu jenis reptilia dengan duri di kepala yang tersisa di dunia. Semua spesies dari familia reptil di Selandia Baru ini, kecuali tuatara ini punah sekitar 65 juta tahun yang lalu. Untuk Tuatara ini dapat hidup lebih dari 100 tahun dan hanya di temukan di pulau – pulau lepas. Bagi yang tidak tahu tuatara ini wujudnya seperti kadal pada umumnya. Memiliki panjangnya dapat mencapai 80 cm dengan berat sekitar 1,3 kg. Untuk warna hewan yang satu ini gelap kecokelatan. Makanan mereka adalah semacam jenis serangga, laba – laba, telur burung dan juga katak. Jenis – jenis reptil di Selandia Baru ini terbagi mejadi dua macam, diantaranya:

1. Tuatara pulau brother (sphendodon guntheri buller tahun 1877)

Dimana hewan reptil yang satu ini telah menyebar terbatas di pulau – pulau kecil yang ada di selat cocok. Antara pulau utara dan pulau selatan.

2. Tuatara selat cook (sphenodon punctatus gray, tahun 1842)

Dimana hewan reptil di Selandia Baru ini menyebar di semua pulau di selat cook dan beberapa pulau kecil di sebelah utara pulau utara.

Status untuk populasi tuatara ini sudah benar – benar dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Karena dahulu tuatara ini sudah tersebar di Selandia Baru. Akan tetapi sekarang hanya terbatas di kepulauan selat cook dan pulau utara. Tuatara ini merupakan hewan reptil yang lebih memilih kondisi iklim yang tidak melebihi 25 derajat celcius. Karena minat ilmiah membuat banyak tuatara ini telah dibesarkan di penangkaran.

2. Chevron Skink

kadal-skink-chevron-reptil-selandia-baru

Jenis reptil di Selandia Baru yang kedua ini adalah chevron skink. Jika memang anda ingin bertemu langsung dengan kadal berduri chevron yang terpanjang seantero Selandia Baru.  Maka anda bisa mengunjungi jenis reptil di Selandia Baru ini di little barrier island. Dimana hewan ini memang begitu sekretif.  Dimana sesuai dengan pengamatan memang tercatat 500 skink chevron yang hidup.

3. Skink Otago

kadal-otago-skink-reptil-selandia-baru

Reptil di Selandia Baru yang ketiga adalah skink Otago. Hewan yang satu ini terbilang hewan kecil yang jatuh di bawah sembilan spesies yang berbeda – beda.  Skink Otago ini adalah salah satu yang terbesar dan di ketahui tumbuh dengan panjang hingga milimeter 300 (11,8 inci). Tidak seperti kadal biasa, reptil di Selandia Baru yang satu ini tidak hibernasi. Akan tetapi bersifat omnivora dan diurnal. Dimana kadal ini berwarna hitam dengan bercak kuning. Selain itu ditemukan warna hitam atau abu – abu. Usia reptil yang satu ini dapat hidup hingga 20 tahun. Dan sesuai dengan namanya, untuk spesies yang satu ini memang dapat di temukan di Otago Selandia Baru.

Nah, itulah jenis – jenis reptil di Selandia Baru yang bisa anda temukan di Selandia Baru.Semoga informasi di atas ini bermanfaat untuk anda. Sehingga dapat menambah pengetahuan anda terkait apa saja jenis reptil yang ada di Selandia Baru.  Secara fisik jenis reptil terbesar yang ada di Selandia Baru ini adalah tuatara. Dimana jenis reptil di Selandia Baru yang satu ini berukuran panjang sekitar setengah meter dan berat 1,5 kg. Hewan jantan ini memiliki lambang duri khas yang membentang di sepanjang leher dan punggung.

Duri ini pun dapat dikembangkan untuk menarik perhatian betina. Atau dibentangkan saat berkelahi dengan jantan lain. Selain itu berbeda dengan reptilia lainnya, tuatara ini memiliki tingkat pertumbuhan paling lambat. Karena maksimal dapat tumbuh pada umur 35 tahun.  Namun karena ulah manusia juga berperan dalam penurunan populasi tuatara.  Alasan ini juga mengapa hewan ini termasuk jenis reptil yang sangat dilindungi.